

Hmmm, foto yang bodoh tapi aku punya beberapa cerita buat kalian,yaitu :
1. Joko pergi ke dokter Joko... tau dia mau ngapain... ? ya, anda betul...
2. Kartu pos akan dikirimkan ke rumah kalian masing-masing, kecuali yang rumahnya jauh aku G janji...
3. moga sukses...
Penguman tidak penting
PENGUMUMAN
Pengumuman buat bh-cipoks
Ada beberapa teman kita yang merencanakan untuk berlibur lagi, tujuannya adalah Bandung & Cirebon. Kita akan diajak berlibur ke vCiwide, Ciater & Ciamplas. Info lebih lanjut hub. Dito. Tapi pada liburan semester satu, alias setengah tahun lagi
Jepara Accident
Perjalanan menuju Bandengan pun dimulai. Seperti biasa, Yusuf ridho & aji sudah melaju paling depan meninggalkan rombongan lainnya. Saya & Beny melaju paling belakang bersama beberapa anak lain. Kami menikmati pemandangan indah yang terhampar disekitar kami. Lalu, tiba-tiba beberapa anak didepan kami menghentikan motornya & memarkirnya didepan sebuah rumah. Disana tampak banyak kendaraan teman kami yang juga diparkir disitu. Awalnya saya menyangka jangan-jangan ada yang motornya bocor lagi tapi ternyata dugaan saya salah besar.
Hal yang lebih tak terduga baru saja terjadi, saya turun & meninggalkan Beny yang masih memarkir motornya. Kerumunan anak menjadi pemandangan pertama yang kulihat. Saya mencoba bertanya apa gerangan yang sedang terjadi tapi semuanya tak memberi jawaban pasti. Lalu saya mendengar ada yang bilang Zie masih pingsan didalam rumah, wah makin bingung nih apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya saya menghampiri kerumunan lainnya didekat pintu samping rumah. Tampak Zie kelur dari dalam rumah masih dalam keadaan sempoyongan lalu tiba-tiba dia pingsan lagi. Saya segera meninggalkan kerumunan itu dan bertanya pada Ayu apa yang sebenarnya terjadi, ternyata baru saja terjadi kecelakaan. Kecelakaan yang melibatkan Zie & penduduk lokal. Cerita bermula ketika Zie yang melaju kencang di tikungan menabrak pengendara motor yang tak ber-helm & parahnya tak memberi rating ketika hendak berbelok. Tabrakan keraspun terjadi. Para pengendara motor itu pun terlempar dari motornya. Hmm, karena itulah semua anak ini berkumpul disini. Yang saya bingungkan adalah mengapa para korban kecelakaan itu tak segera dibawa kerumah sakit ? Wuih, ternyata karena orang Jepara ini menunggu mobil tetangganya & tak mau mengeluarkan mobilnya sendiri. Hal yang membuat kami cukup ketakutan adalah ketika ada yang bilang kalau korban yang ditabrak Zie adalah anak bos besar dari Jakarta. Mbak Restu dibantu oleh Haris Muzakki mencoba berbicara dengan pemilik rumah tapi pembicaraan ini malah menjadi perdebatan yang tak berujung karena si pemilik rumah menginginkan agar motor Zie ditinggalkan sebagai jaminan tapi tentu saja itu tidak mungkin. Akhirnya diputuskan jika Zie dibawa ke Puskesmas terdekat & korban tadi dibawa kerumah sakit. Kami pun kembali melaju dan berhenti di Twin Bridge. Disana telah menunggu yaitu rombongan lainnya yang berhenti untuk menunggu kami. Kami semua tiba-tiba didatangi oleh keluarga korban hingga 2 kali. Mereka meminta beberapa anak dari kami untuk ikut ke rumah sakit. Akhirnya sisa anak yang berada di Twin Bridge memutuskan untuk istirahat sejenak. Kami memakan makanan yang telah dibawa didalam mobil. Untuk melepas perasaan capek, kami mengisi waktu luang dengan berfoto ria. Setelah itu, cipok tralala memutuskan untuk beribedah di musholla terdekat. Yu2n meminta agar rombongan yang telah tiba di Bandengan agar lebih baik pulang ke Demak. Setelah berdiskusi dengan yang lainnya, kami memutuskan untuk menyusul ke Rumah Sakit Kleket. Saya & Beny memimpin perjalanan karena saya bertugas untuk menanyakan jalan pada penduduk sekitar tentang lokasi Rumah Sakit Kleket. Pemandangan hutan karet yang kami lewati benar-benar menyejukkan mata tapi sayang, gara-gara satu pemandangan ganjil, perasaan teman-teman jadi ikutan jelek. Akhirnya kami tiba di Rumah Sakit Kleket. Rumah Sakit yang besar & bagus. Setelah memarkir motor, kami beranjak dulu ke warung terdekat untuk menenangkan diri sejenak sambil mengisi perut. Kami lalu berjalan memasuki Rumah Sakit, entah kenapa disana juga banyak teman dari kelas lain yang ada disitu... ternyata mereka kabar tersebut telah meluas karena anak-anak -tersebut ternyata juga ikut berlibur di Bandengan & mereka tahu dari cipok tralala yang ada di Bandengan. Sungguh disayangkan, karena anak-anak dari kelas lain itu juga memakan jatah makan teman-teman kami hingga teman-teman kami tidak kebagian & kelaparan. Akhirnya dari situ kami tahu jika korbannya adalah anak majikan pemilik rumah. Anehnya, kami sekali lagi bernegosiasi dengan keluarga korban tapi mereka mempersulit kami dengan tak mau dibayar dulu & malah memilih kamar VIP. Hmm, akhirnya kami memutuskan untuk tetap ganti rugi dengan membayar biaya perawatan selama 1 hari. Ada yang menjengkelkan dalam kasus ini karena Wati menyerahkan SIM-nya pada keluarga korban. Oia, ketika semuanya beribadah dirumah sakit, semuanya berdoa agar masalah kami ini segera selesai. Kamipun memutuskan untuk pulang ke Demak dengan hati yang agak berat karena masalah ini. Pengalaman yang memerat hubungan persaudaraan kami. Terima kasih teman-teman atas kesolidannya.
Kisah Baron
Hmmm, ternyata piknik bersama tema-tenman memang begitu menyenangkan... bisa bercanda ria bersama & melepas penat untuk sejenak... kala itu mungkin teman-teman berpikir jika piknik ke jogja mungkin hanya tinggal berupa tajuk rencana saja tapi nyatanya dengan usaha panitia yaitu Dito dkk, akhirnya piknik bersama ini terealisasikan. Terima kasih kepada panitia, khususnya Dito yang telah bersusah payah merealisasikan piknik ke jogja & alhamdulillah acara piknik kita sukses
Piknik yang awalnya harus sudah kumpul pada jam 05.30 sayangnya harus molor hingga kami harus berangkat pada jam 07.00 tapi tidak apa-apa karena yang kami utamakan disini adalah sebuah kebersamaan. Perjalanan entah kenapa begitu terasa panjang... Banyak anak tumbang satu persatu tapi tanpa peduli dengan sekitar, anak-anak bag. belakang berkaraoke ria dengan PD-nya. Ya G papa suaranya fals, yang penting yang lain dapat terhibur. Sesi foto dadakan dikomandoni oleh Kharima, semua anak memang narsis, pengen tampil paling cool.Oia, waktu perjalanan yang kami tempuh untuk menuju Baron cukup lama, karena kami sampai disana kira-kira jam 13.30. Huff, sampai disana kami segera sholat & makan catering yang sudah disediakan panitia. After it, Fun Time begins....
Awalnya lihat Baron si agak kecewa karena apaan ni ? Warung makan berjejer & ketika memasuki pantai, oh tuhan... kok banyak perahu berlabuh disini ? Palagi saat liat da tulisan dilarang berenang di laut, hancur ni hati... but nyatanya pemandangan selanjutnya membuat semuanya begitu bersemangat, Blood Up!! Banyak banget yang maen air & menantang ombak... Azis dkk segera masuk dalam kerumunan orang dalam air, wuih seru banget... disini banyak anak berpencar jadi mereka semua menikmati kegiatan masing-masing.., ombak datang & Allahuakbar, kita masih hidup. Ha 9X... konyol sekali ketika lihat anak-anak cewek pada pegangan tangan di area tak berombak.. Azis ja mpe saking semangatnya, kolornya lepas tapi hebatnya dia tetep berani maen ombak.. beberapa anak masih di area sungai deket karang, G nyangka juga aliran airnya nyeret banget tapi yang lucu adalah ketika dito maksa Adit buat masuk air... Adit bener-bener kaya' anak kecil yang dipaksa ayahnya buat maen air. Setelah itu, lempar-lemparan pasir dimulai. Bener-bener momen yang G terlupain deh, pokoknya.
Wah, ombaknya di pantai Baron bener-bener unpredictable. Terkadang teman-teman terhempas tapi beberapa saat kemudian mereka pasti kembali muncul diiringi senyuman. Bener-bener puas deh... Ketika teman-teman saling bergandengan tangan & ombak tiba, wuih... spektakuler !!!! Tapi kami tetep G lupa buat foto-foto bareng lagi. Dengan beragam setting & pose, momen-momen yang menyenangkan. Sayangnya, dah waktunya kami buat pulang. Ha 9X, tapi kami dah puas banget kok. Akhirnya temen-temen mulai beranjak meninggalkan pantai, setelah mandi & ganti baju, semuanya segera naik bus. Tampaknya wajah tema-teman sudah lelah tapi kami semua masih bersemangat . Perjalanan berikutnyapun dimulai.
Kisah Malioboro
Perjalanan menuju Malioboro tidak begitu memakan waktu karena sebelum maghrib kami telah tiba disana. Pemandangan bus berjejer rapi di pemberhentian bus menunjukkan bahwa malam minggu ini Malioboro memang dipadati oleh pengunjung... entah itu turis lokal maupun asing.
Sesampainya disana, Yuyun memberi tahu teman-teman agar lebih baik tak usah memakai tas saja karena malam minggu seperti ini biasanya banyak jambretnya
lalu teman-teman segera berhamburan keluar dari bus. Ada yang segera mencari Musholla terdekat, ada pula yang langsung sibuk berbelanja. Pokoknya banyak yang belanja disini... pada milih pakaian, aksesoris dll. Oia, sudah btahu makanan lesehan di Malioboro terkenal mengeruk uang tapi tetep ja masi da yang makan diasana. Contohnya ja Lina, yusuf, wahyu & adit yang harus merogoh kocek dalam karena makanannya mahalnya tak terkira.
Karena lapar, Lina dan 3 anak tadi memutuskan untuk makan di lesehan Malioboro... karena kami pengen yang seger-seger, kami pilih Bakso sebagai menunya. Ketika makanannya muncul, alangkah kagetnya kami... selama beberapa menit kami saling berpandangan & mencoba percaya bahwa tiap 1 porsi hanya berisi 1 bakso, ya biarpun masi da kecambahnya... Kami menelan ludah & pasrah pada porsi bakso yang teramat sedikit itu. Tanpa sengaja Wahyu salah menuang sambal, dia kira itu saus. Walhasil mukanya memerah & dia kepedasan. Ha 9X... tapi yang paling nyebelin tu pelayanannya, ampun deh... Lina ja mpe bilang mending langsung cabut aja. Ya mo gimana lagi, pesanan minuman kami dari makanan belum kami lahap hingga sudah habis, masi aja harus nunggu & ngingetin pelayannya: where are our drinks ?. Dari awal jawabnya iya mas, bentar tapi nyatanya.... mpe ada konsumen lain disebelah kami yang protes saking kesalnya. Yang makin bikin kami naik pitam adalah ketika pelayannya akhirnya jujur mengakui, maaf mas, gelasnya habis... Yusuf dkk kembali saling berpandangan, dalam hati berkata, MAKSUD LO ? Fiuh, setelah minumnan dah bener-bener datang, kami segera menghabiskannya dan minta bon-nya. Wow, kami segera berkerumun menatap bon tersebut dengan tatapan tak percaya. 72 rb untuk 4 porsi, oh my good... padahal 1 porsinya hanya terisi 1 buah bakso & dengan pelayanan yang buruk mereka selalu berbuat demikian. Ya mau gimana lagi, harus dibayar dong, kan kami sudah makan disana. Akhirnya Yusuf berjalan menuju kasir dan membayar bon-nya sambil berkata, MAKASI....
Da juga cerita lain yaitu Dani yang berjalan bersama seorang mahasiswi, berdua saja ditengah kerumunan orang di Malioboro. Cipok tralala yang memergoki mereka berdua akhirnya menggosipkan kedunya sebagai teman chat... hmm, entahlah. Oia, selain Lina dkk, Frisky dkk juga harus merogoh kocek untuk 2 porsi gudeg seharga 36 rb. Wuih, padahal dideket terminal da warung makn yang harganya terjangkau berjejer... tapi G pa2, semuanya ini dijadikan pengalaman aja. Wah, akhirnya semuanya kembali berkumpul didalam bus dengan membawa oleh-oleh yang merteka beli dengan susah payah menawar di Malioboro & klo teman-teman mencermati, pasti tema-teman melihat para pengamen meminta uang dengan cara mengamen bersama-sama di satu tempat, jadi suaranya keras banget tapi ini lebih menghibur dibandingkan dengan pengamen yang tiap 5 menit sekali muncul di tempat makan lesehan, kaya' mereka dah janjian saja. Tahu G, teman-teman hampir meninggalkan yusuf & wahyu.. untung ja keduanya masuk bus tepat waktu sesaat sebelum bus berangkat. Wah, nyaris saja. After it, perjalanan pulang dimulai
A little moments in Trip to Mars
Sesaat setelah Yusuf &Wahyu memasuki bus, tampak Kharisma sedang kebingungan mencari sesuatu, hingga bus berjalanpun Kharisma masih tampak sibuk mencari sesutu. Ternyata dia kehilangan camdignya. Aura didalam bus segera berubah tegang karena semuanya juga ikutan mencari. Wajah Kharisma yang tegang membuat semua teman-teman dengan kesadarannya sendiri memeriksa tas masing-masing. Apakah salah satu cipok tralala dapat setega itu berbuat iseng dengan menyembunyikan camdig milik temannya sendiri ?
Jawabannya TIDAK karena BH-Cipoks bukan anak-anak seperti itu. Biarpun sudah dicari kemanapun hasilnya masih nihil... wajah Frisky & Dito juga ikutan tegang dan akhirnya Azis pun turun tangan. Wow, Camdignya berhasil ketemu ! Dibawah kursi didepannya Martina. Langsung ja Kharisma berterima kasih pada Azis dan Kharisma segera memeluk Azis. Oh, So sweet... dengan terharu Kharisma berkata pada teman-teman bahwa ia minta maaf jika telah membuat semuanya ikutan tegang & khawatir tapi tak mengapa karena itulah gunanya sahabat yaitu membantu temanyya jikalau mendapat masalah. Y G ?
Lalu ketika suasana sudah cair & malam telah tiba, sesi cerita horror pun dimulai dengan dikomandoni oleh ustad kita, Rouf. Karena ceritanya menarik, satu-persatu anak ikut bergabung untuk mendengarkan. Wuih, ternyata ceritan kami terlampau seram apalagi ketika mulai menceritakan kisah-kisah horror disekolah satu-persatu. Dito ja sampe bilang lebih baik ceritanya G diterukan lagi, bahkan juga membuat yusuf ikut ketakutan & membuatnya beranjak kembali ketempat duduknya tapi dasar keras kepala, dia kembali bergabung untuk kembali mendengarkan cerita horror. Kharisma hanya berkata jika itu semua hanyalah penampakan jin. Alhasil, perjalanan pulang diiringi horror dalam perasaan masing-masing anak. Akhirnya bus tiba di Demak sekitar jam 12 malam. Beberapa anak yang rumahnya berada sebelum SMAN 1 DMK mulai turun satu-persatu & akhirnya buspun berhenti di SMA. Semuanya turun & piknik bersama kami telah berakhir. Benar-benar piknik yang menyenangkan... terrima kasih atas rasa kekeluargaannya. BH-Cipoks !!! Exist !!!
A Story to Songgo Langit
Apa teman-teman masih inget insiden di Jepara beberapa waktu lalu ? Kali ini saya akan menceritakan kisah itu kembali tapi dengan menggunakan pandangan saya, Ya, cerita dimlai dengan acara kumpul bareng didepan wiku 1, yang entah mengapa molor dari jadwal. Akhirnya, dengan menggunakan beberapa motor & 2 mobil milik Vendra & Rahma, perjalananpun dimulai.
Saya membonceng yusuf ridho yang ternyata langsung memimpin rombongan didampingi dengan aji dibelakang kami, entah karena terlalu bersemangat ato memang sudah nasib,ban motor yusuf ridho kempes bocor ketika kami sedang melewati welahan. Walhasil rombongan lainpun mendahului kami & entah kenapa tak satupun dari cipok tralala yang sadar jika kami sedang mengalami masalah. Untungnya didekat kami ada tambal ban jadi kami bisa bernapas lega. Kami menghubungi Rouf tapi sayangnya dia tidak membalas. Yusuf ridho-pun memutuskan untuk membeli ban baru karena jika kami menunggu ban ditambal, itu akan memakan banyak waktu. Dengan tergesa-gesa Yusuf ridho melaju kencang menyusul teman-teman. Wuih, dia bener-bener ahli dalam menyalip motor. Selama perjalanan Beny menghubungiku dumana posisi kami sekarang karena Beny tidak ikut kumpul didepan sekolah tapi ia menunggu rombongan didepan masjid Mijen. Saya pun memintanya untuk melaju saja karena teman-teman sudah mendahului Yusuf ridho. Ditengah perjalanan Ayu menelepon saya & memberitahu bahwa rombongan didepan lupa jalan menuju Songgo Langit & hanya Yusuf ridho yang masih ingat jadi rombongan didepan memutuskan untuk berhenti & menunggu Yusuf Ridho. Yusuf ridhopun melaju semakin kencang setelah dia mengetahuinya. Ditengah perjalanan kami akhirnya bertemu dengan Ayu & Angga juga mobil yang dikendarai oleh Dito. Beny yang menunggu dipinggir jalanpun segera bergabung dengan kami. Akhirnya kami berhenti dipinggir jalan, didepan sebuah rumah. Disana cipok tralala telah berkumpul, kami segera membaur dengan mereka & bertanya apa yang sedang terjadi, ternyata ban motor Rouf bocor & teman-teman memilih untuk berkumpul dulu dengan yang lain sebelum meneruskan perjalanan lagi. Sayangnya ternyata ada beberapa rombongan yang sudah kadung salah jalan didepan kami jadi cipok tralala yang sedang berkumpul ini memutuskan untuk membagi tim menjadi dua. Tim pertama bertugas mnyusul rombongan yang salah jalan sedangkan rombongan kedua langsung melaju ke Songgo Langit. Kali ini aku menggonceng Beny & Yusuf ridho memilih untuk menyusul teman-teman yang salah jalan. Perjalanan menuju Songgo Langit pun benar-benar dimulai... Rombongan kedua adalah aku bersama Beny, Ana dengan pacarnya, Ferdy dengan Fajar, Angga dengan Ayu & mobil. Kami menemukan banyak kesulitan untuk mencapai Songgo Langit karena kami tak tahu harus lewat mana. Akhirnya, dengan bertanya pada penduduk sekitar, kami berhasil mengetahui jalan yang benar. Panorama jalan menuju Songgo Langit membut semuanya besemangat. Sayangnya, karena bensin motor Beny yang hampir habis, saya & Beny terpaksa harus membeli eceran dipinggir jalan & kami tertinggal dari rombongan. Ternyata kami tersesat lagi. Ha 9X... tapi kami akhirnya bertanya pada orang dipinggir jalan lagi. Wah, alhamdulillah kami berhasil sampai di Songgo langit. Setelah membeli tiket masuk & memarkir moto, kami segera bergabung dengan Angga, Ayu, Fajar, Ferdy, Ana & pacarnya yang telah lebih dulu sampai disana.
Pemandangan air terjun yang benar-benar bagus. Kami segera bersenag-senang & berfoto ria. Lalu satu-persatu cipok tralala muncul & kami semua larut dalam kesenangan ini hingga lupa awal dari tujuan kami ke Songgo Langit. Akhirnya Mbak Restu & partnernya mengoordinir kami semua untuk memulai sesi pemotretan Memory Book. Semua anak-anak berpose paling cool. Dan untuk foto kelompok, menggunakan kelompok Biologi. Hmm, ternyata masih ada teman-teman kami yang belum sampai yaitu Wahyu, Frisky, Vendra, Dani, Ian & joko. Ketika acara di Songgo Langit telah selesai, merekapun belum menampakkan batang hidung mereka hingga membuat kami semua khawatir darita awal. Lalu sesaat sebelum kami meninggalkan Songgo Langit, mereka yang kami khawatirkan pun muncul juga. Ternyata gara-gara menunggu Frisky nge-band, mereka semua ikut terlambat apalagi ditengah jalan menuju Songgo Langit, mereka juga tersesat. Benar-benar ni ketua kelas... Akhirnya keenam anak itu bergegas melakukan sesi pemotretan untuk mereka sendiri. Kami semua bersiap untuk berangkat menuju tempat tujuan berikutnya tapi Beny berkata padaku bahwa dia tahu jalan menuju tempat itu, saya & Beny memutuskan untuk melaju paling belakang & naik motor dengan santai saja. Dan perjalanan kami-pun dimulai lagi tanpa tahu apa yang ada didepan kami berikNGutnya. Sebuah hal yang akan mengubah liburan kami menjadi hal yang tak kami sangka sebelumnya. JDENG 2X



.jpg)